5 Kota dengan Kasus Pemerkosaan Paling Naas di Indonesia

5 Kota dengan Kasus Pemerkosaan Paling Naas di Indonesia

5 Kota dengan Kasus Pemerkosaan Paling Naas di Indonesia – Pemerkosaan merupakan salah satu tindakan kriminal yang sangat tidak pantas untuk diampuni bagi para pelakunya. Tindakan pemerkosaan yang dilakukan oleh mereka tak kira-kira sadisnya. Ada yang beramai-ramai, dibunuh, sampai disiksa dengan alat tajam. Korban yang berhasil selamat dari tindak pemerkosaan dengan kekerasan ini tentu akan memiliki rasa trauma yang mendalam dan mungkin sulit untuk sembuh.

Seperti yang kita ketahui bahwa penegakan hukum akan wanita masih sangat kurang, baik di Indonesia maupun di negara lain. Sebagai seorang wanita, kita harus bisa menjaga diri dan harus selalu memperjuangkan hak asasi wanita. Jangan takut untuk melaporkan, berbicara, dan jangan takut bertindak. Nah, berikut ulasan tentang kisah pemerkosaan paling sadis di dunia yang dihimpun VIVA dari berbagai sumber.

Baca Juga : Informasi Lengkap Peraih Medali Atlit Renang PON dari Papua

Bengkulu

Masih di tahun 2016, seorang gadis berusia 14 tahun bernama Yuyun, warga Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Yuyun ditemukan meninggal dunia di sebuah jurang sedalam 5 meter dengan kondisi telanjang setelah sebelumnya dilaporkan hilang. Yuyun diduga menjadi korban pemerkosaan sebelum akhirnya dibunuh. Diketahui, Yuyun diperkosa oleh 14 orang pelaku yakni Dedi Indra Muda (19), Tomi Wijaya (19), DA (17), Suket (19), Bobi (20), Faisal Edo (19), Zainal (23), Febriansyah Syahputra (18), Sulaiman (18), AI (18), EK (16) dan SU (16). Dua nama terakhir tersebut merupakan kakak kelas korban di SMP Negeri 5 Padang Ulak Tanding.

Menurut informasi, kejadian tersebut berawal dari sang korban yang pada saat itu sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Kemudian, di tengah perjalanan Yuyun dicegat oleh para pelaku. Yuyun pun kemudian disekap dan dipukul menggunakan kayu. Tak hanya itu, pelaku juga mengikat tangan dan kaki serta mencekik leher korban.

Lebak

Yang paling baru, di tahun 2019 tepatnya pada Jumat (6/9), seorang gadis remaja yang masih berumur 13 tahun di Kampung Kadu Heulang, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, ditemukan tewas setelah diperkosa oleh tiga orang pelaku berinisal AMS, serta FQ, dan AR, di dalam sebuah gubuk saat sedang berkebun. Diketahui, gadis tersebut merupakan Suku Baduy. Menurut penyelidikannya, kasus tersebut bermula saat salah seorang pelaku berpura-pura ingin meminjam golok untuk memotong kayu. Kemudian, sang korban dirayu dan dibawa ke dalam gubuk dan mencoba untuk memerkosanya.

Mengetahui dirinya diperkosa, sang korban kemudian mencoba memberontak. Namun, pada saat mencoba melawan. sang pelaku justru membacok korban dengan golok yang ia pinjam. Luka parah yang diderita membuat korban tewas di tempat. Tak hanya itu, para pelaku juga dengan kejam tetap menyetubuhi korban meski dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

 Sumatera Utara

Di tahun 2018, kasus pemerkosaan disertai pembunuhan juga menimpa seorang guru SMP Negeri 1 Serbajadi, bernama AN (36), di Desa Kuala Bali, Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, Minggu (1/4). Sebelumnya, AN merupakan korban dari perampokan oleh pelaku berinisial PS. Kejadian tersebut berawal dari PS yang masuk ke kamar korban untuk mengambil uang milik AN. Namun, di tengah aksinya, sang korban justru memergoki PS. Cekcok antar keduanya pun terjadi. Sang pelaku kemudia menikam leher dan membekap korban menggunakan bantal. Korban yang pada saat itu tidak berdaya, langsung diperkosa oleh sang pelaku. Beberapa saat kemudian, sang pelaku melarikan diri dan membawa uang serta satu buah handphone milik korban.

Manado

Pada April tahun 2016 lalu, Tanah Air pernah digemparkan dengan berita pemerkosaan terhadap gadis berinisial F berusia 19 tahun di Manado, Sulawesi Utara. Diperkosa oleh sebanyak 19 orang, dua di antaranya merupakan anggota Kepolisian Daerah Gorontalo. Peristiwa yang diduga sudah terjadi sebanyak dua kali tersebut membuat korban mengalami trauma hingga hilang ingatan.

Menurut informasi, kasus tersebut bermula saat korban diajak bertemu oleh dua orang temannya ke Bolangitan, Kabupaten Bolang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara. Sesampainya di sana, korban kemudian dibawa ke sebuah penginapan. Kemudian, korban dipaksa untuk mencicipi narkoba.

Dalam posisi mabuk, korban kemudian diperkosa oleh 15 orang pria dalam kamar penginapan tersebut. Tak berselang lama, korban kemudian dibawa ke Gorontalo oleh para pelaku. Mirisnya, korban kemudian kembali diperkosa oleh empat orang, dua di antaranya merupakan anggota polisi.

Serang

Di tahun berikutnya yakni pada Desember 2017, kasus pemerkosaan dan pembunuhan pun kembali terjadi di Serang, Banten. Seorang gadis berinisial S (18) ditemukan tewas di di Sungai Cibongor, Cikeusal, Serang. Ia diduga menjadi korban pemerkosaan sebelum akhirnya dibunuh. Dalam penyidikannya, pihak kepolisian menahan empat orang pelaku yakni ER (17) dan 3 temannya DS (23), R (30), dan RD (28). S diduga dibunuh oleh ER lantaran sakit hati karena cintanya ditolak oleh korban. Sang pelaku yang pada saat itu marah lalu memerkosa korban.