Arsip Tag: LS Group

7 Perusahan Besar Korea yang Berdiri di Indonesia

7 Perusahan Besar Korea yang Berdiri di Indonesia

7 Perusahan Besar Korea yang Berdiri di Indonesia – Perusahaan pengusaha Korea Selatan membuka kantor cabang di Jakarta karena Indonesia negara terbesar di Asia Tenggara. Alasan berikutnya adalah karena Indonesia memiliki potensi ekonomi yang begitu besar. Sebagai bentuk menjaga hubungan kerja sama bilateral yang sudah terjalin dengan baik. Korea Selatan dan Indonesia telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1973, dan keduanya terus meningkatkan hubungan kerja sama ke berbagai sektor. Pada kunjungan Presiden Moon Jae In tahun silam, menyampaikan status peningkatan kemitraan. Melalui “Republic of Korea-Republic of Indonesia Joint Vision Statement for Co-Prosperity and Peace”. Pemimpin kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan status menjadi Strategic Partnership.

Fokus kerja sama pada empat area, yakni: pertahanan dan hubungan luar negeri, perdagangan bilateral, infrastruktur. Kemudian people to people exchanges dan kerja sama regional maupun global. Mengutip dari situs Kemenlu, Presiden Moon Jae in menetapkan kebijakan New South Policy yang mengarah ada peningkatan hubungan dengan negara ASEAN dan India. Dalam kunjungan pertama Presiden Moon Jae In ke Indonesia tahun , mengeluarkan dokumen “RI-RoK Joint Vision Statement for Co-Prosperity and Peace“. Prioritas kerja sama Korea Selatan dan Indonesia telah bersepakat sebagai berikut:

Baca Juga: 5 Tambang di Indonesia di Kuasai Oleh Luar Negeri

Hyundai Motor Group

현대자동차그룹 atau Hyundai Motor Group adalah perusahaan otomotif multinasional yang berpusat di Seoul, Korea Selatan. Memegang peran sebagai produsen mobil terbesar nomor satu di Korea menurut Organisation Internationale des Constructeurs d’Automobiles. Hyundai juga sebagai produsen mobil dengan produksi terbesar ketiga di dunia tahun 2017, bersanding dengan Toyota dan Volkswagen.

Hankook Tire

한국 타이어 앤 테크놀로지 produsen ban asal Korea Selatan terbesar ketujuh di dunia. Berdiri oleh Jae Hun Chung pada tahun 1941 dengan nama “Chosun Tire Company” dan berubah menjadi Hankook Tire Manufacturing tahun 1968. Memasok ban-nya sebagai OEM ke sejumlah produsen otomotif. Hankook sudah memproduksi sekitar 102 juta ban per tahun. Tidak hanya memproduksi ban, tetapi juga baterai, roda paduan dan kampas rem.

Meraih kesuksesan yang luar biasa menjadikan Hankook Tire berekspansi ke beberapa negara, salah satunya Indonesia. Selain itu juga sudah memiliki pusat teknis yang tersebar ke beberapa negara Asia, Eropa dan Amerika. Berhasil mendapatkan banyak penghargaan dari berbagai negara, khususnya pada ajang balapan.

Cheil Jedang Indonesia

씨제이제일제당 주식회사 atau CJ adalah salah satu konglomerat asal Korea Selatan yang berkantor pusat di Seoul. Memiliki beberapa unit bisnis, seperti: bahan makanan, farmasi, makanan, bioteknologi, media, hiburan, belanja dan logistik. CJ Group awalnya bagian dari Samsung Group kemudian berpisah pada tahun 1990-an. Perusahaan Korea Selatan ini sudah melalangbuana ke beberapa negara, salah satunya Indonesia.

Anak usaha CJ lainnya antara lain CJ Cheiljedang, CJ Korea Express, CJ Olive Networks, CJ ENM dan CJ CGV. Berekspansi ke beberapa negara, yaitu: Tiongkok, Amerika Serikat, Filipina, Vietnam dan Indonesia serta masih banyak lagi. Indonesia masuk dalam list CJ Group untuk membuka perusahaan dan berinvestasi. Laba operasi yang CJ dapatkan menembus angka US$ 10,41 miliar tahun 2013.

Daftar Produk dari CJ Cheildang

Bio

Feed Additives, Monosodium Glutamate, Nucleotide.

Feed&Care

Pakan ternak, Pembibitan unggas, Rumah pemotongan hewan.

Logistik

Sewa gudang, Logistik manufaktur (pembelian dan penyewaan), Jasa forwading, Express Internasional dan IT.

Cinemas

CGV Cinemas

PT. Samsung Indonesia

Perusahaan Samsung Group adalah sebuah konglomerat multinasional yang berkantor pusat di Korea Selatan. Berdiri sejak tahun 1938, oleh Lee Byung Chul, Samsung menjadi chaebol terbesar di Korea Selatan. Berfokus pada produk elektronik, keuangan maupun yayasan, Samsung sudah berekspansi ke berbagai negara. Indonesia menjadi pasar baru bagi Samsung untuk meluaskan unit bisnisnya. Untuk lokasi di Indonesia, Samsung berdir pada tahun 1986 dengan 3 unit usaha lainnya. Yakni: Samsung Electronics Indonesia, Asuransi Samsung Tugu dan Samsung Foundation Indonesia.

Anak usaha Samsung paling terkenal adalah Samsung Electronics, memproduksi teknologi elektronik, informasi, produsen konsumen dan chip dengan pendapatan terbesar tahun 2017. Mempunyai pengaruh kuat pada perkembangan ekonomi, politik, media, dan budaya di Korea Selatan. Pengaruh tersebut juga sampai Indonesia, besarnya penggunaan elektronik brand ini memberi angin segar bagi Samsung meluaskan bisnis. Pendapatan Samsung setara dengan 17% PDP Korea Selatan sebesar $1.082 milyar.

Produk-Produk Samsung

Perangkat pintar dari Samsung ini selalu laris setiap perilisannya. Apalagi kini Samsung  terus berinovasi mengeluarkan produk baru dengan bentuk dan kecanggihan yang luar biasa. Telepon pintar berbasis android ini tersedia dalam beberapa jenis, seperti:

  • Galaxy S
  • A Series
  • Galaxy M
  • Z Series
  • Galaxy C
  • Core Series
  • Posco

Perusahaan ini menunjukkan minat investasinya pada baja khusus untuk kendaraan atau mobil listrik dan perluasan untuk produk eksisting dengan nilai investasi mencapai US$3,5 miliar. Posco Perusahaan ini menunjukkan minat investasinya pada baja khusus untuk kendaraan atau mobil listrik dan perluasan untuk produk eksisting dengan nilai investasi mencapai US$3,5 miliar.

LS Group

LS Group menaruh minat investasinya terhadap manufaktur kabel listrik dan telekomunikasi. Nilai investasi untuk tahap konstruksi senilai US$112 miliar yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

LX Holdings

Perusahaan selanjutnya yang menaruh minat investasinya di Indonesia adalah LX Holdings pada proyek pembangkit listrik energi terbarukan (hydro, biodiesel, solar). Dengan nilai investasi sebesar US$1,05 miliar, lokasi proyek tersebut tersebar di Sumatera bagian Utara, Jawa Barat dan Kalimantan Timur.

GS E&C

GS E&C diketahui berminat berinvestasi di sektor infrastruktur dan konstruksi Light Rail Transit (LRT) Bali dengan nilai investasi mencapai US$570 juta.